Senin, 23 Maret 2020

PRINSIP ETIKA BISNIS

Prinsik-Prinsip Etika Bisnis 

1. Prinsip otonomi

Prinsip otonomi dalam etika bisnis berarti sikap atau kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang sesuatu yang dianggap baik dan harus dilakukan. Dalam hal ini, perusahaan atau pemilik binsis bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang bisnis yang dijalani dan visi misi yang dimiliki oleh perusahaan yang sedang dijalankan.
Prinsip otonomi dalam penentuan kebijakan yang diambil oleh perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan dan pencapaian visi dan misi dari perusahaan. Prinsip otonomi tersebut harus mampu mengatur perilaku setiap pelaku bisnis untuk berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

2. Prinsip kejujuran

Kejujuran adalah suatu hal yang harus dimiliki oleh para pelaku bisnis untuk mencapai keberhasilan dan mempertahankan bisnisnya dalam jangka waktu yang lama. Prinsip kejujuran ini menjadi sangat penting untuk mewujudkan eksistensi yang baik dalam dunia bisnis. Ada beberapa alasan mengapa prinsip kejujuran sangat penting dalam dunia bisnis.
Pertama adalah karena kejujuran sangat berhubungan dengan pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak bisnis. Kejujuran ini sangat penting dilakukan pada saat mengadakan perjanjian dan untuk menentukan relasi dan kelanjutan bisnis oleh masing-masing pihak. Jika prinsip kejujuran ini tidak dilakukan, maka kemungkinan kecurangan oleh masing-masing pihak akan sangat besar.
Kedua, kejujuran sangat penting dan relevan dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sesuai. Prinsip kejujuran ini sangat penting untuk membangun dan menjaga kepercayaan konsumen. Jika suatu perusahaan menjunjung tinggi prinsip kejujuran, maka konsumen akan lebih tertarik dan simpati pada bisnis anda.
Ketiga, kejujuran berperan penting dalam hubungan internal pada suatu perusahaan. Hubungan internal antar karyawan dalam suatu perusahaan menjadi sangat penting untuk mewujudkan eksistensi perusahaan supaya bertahan lama. Prinsip kejujuran dapat membina hubungan yang baik antar karyawan dalam suatu perusahaan.

3. Prinsip keadilan

Prinsip keadilan mengatur segala perilaku agar setiap orang diperlakukan sesuai dengan porsi yang menjadi haknya sesuai dengan aturan yang adil dan kriteria yang obyektif sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip keadilan adalah prinsip yang tidak akan merugikan hak dan kepentingan orang lain karena disesuaikan dengan harkat dan martabat yang melekat dalam individu.

4. Hormat pada diri sendiri

Sikap hormat dapat dikatakan sebagai sikap menghargai. Dalam menjalankan dunia bisnis, setiap orang harus memiliki sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain untuk mewujudkan keadaan yang kondusif dalam pelaksanaan bisnis.
Rasa hormat harus dimiliki oleh setiap orang dalam suatu perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang saling menyayangi tanpa ada sikap meremehkan orang lain. Hal ini menjadi sangat penting karena dalam dunia bisnis diperlukan kerja sama yang baik dan saling membutuhkan satu sama lain untuk mewujudkan perkembangan dan kemajuan bisnis yang dijalani.

5. Hak dan kewajiban

Hak dan kewajiban selalu melekat pada setiap orang. Hak adalah sesuatu yang harus diterima atau didapatkan oleh seseorang dari pihak tertentu yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang sebagai wujud tanggung jawab dalam melakukan segala sesuatu.
Prinsip hak dan kewajiban sangat penting dalam dunia bisnis untuk menciptakan lingkungan pekerjaan yang kondusif dan dapat dipertanggungjawabkan. Hak dan kewajiban harus berjalan seimbang untuk menghasilkan pekerjaan yang baik. Setiap karyawan harus melaksanakan kewajiban untuk mendapatkan haknya dari atasannya.

6. Teori etika lingkungan

Dalam melaksanakan bisnis prinsip yang juga harus diperhatikan adalah prinsip etika di lingkungan hidup. Prinsip etika lingkungan yang harus dimiliki dalam dunia bisnis adalah:

a. Sikap hormat terhadap alam

Dalam menjalankan suatu bisnis harus memperhatikan kelestarian alam dengan selalu menghormati alam. Suatu bisnis tidak boleh memberikan efek yang buruk bagi lingkungan atau bahkan mengeksploitasi alam.

b. Prinsip tanggung jawab

Prinsip tanggung jawab tidak hanya bersifat individu, tetapi juga berkelompok yang dapat menuntut setiap orang untuk melaksanakan segala perilaku, usaha, kebijakan, dan tindakan nyata bersama untuk menjaga kelestarian alam dan seisinya.

c. Prinsip solidaritas

Prinsip solidaritas sangat penting untuk membangkitkan perasaan yang sama dengan alam dan makhluk hidup lainnya sehingga mendorong setiap orang untuk menyelamatkan lingkungan.

d. Prinsip kasih sayang dan kepedulian

Rasa kasih sayang dan kepedulian pada alam dapat menjadi faktor terpenting dalam membangun suatu bisnis. Kecintaan pada lingkungan menyebabkan bisnis yang dijalankan juga dapat dinikmati bersama dan tidak merugikan pihak lain.

SUMBER:

BISNIS dan ETIKA

Pengertian Etika Dalam Bisnis
1.      Pengertian Etika
Secara etimologi etika berasal dari Bahasa yunani yaitu “ethos” yang berarti sikap, cara berpikir, watak, kesusilaan atau adat. Menurut larkin (2000) “Ethics is concornet with moral obligation, responsibility, and social justice” yang berarti bahwa etika meperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kewajiban moral, tanggung jawab, dan keadaan social.[1]
Sedangkan dalam kamus besar Bahasa Indonesia istilah etika diartikan sebagai:
(1)   Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
(2)   Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
(3)   Nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat
Jadi secara etimologis, etika adalah ajaran atau ilmu tentang adat kebiasaan yang berkenaan dengan kebiasaan baik atau buruk, yang diterima umum mengenai sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya.
Dapat disimpulkan bahwa etika merupakan suatu cabang ilmu filsafat, yang tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral, dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan dapat diterima oleh suatu golongan tertentu atau individu.
Antonius alijoyo (2004) menerangjan bahwa suatu perusahaan perlu menerapkan nilai-nilai etika berusaha, karna dengan adanya etika berusaha dan kejujuran dalam berusaha dapat menciptakan aset yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan nilai perusahaan. Etika bisnis tidak akan dilanggar jika terdapat aturan dan sangsi.
Para pelaku usaha dapat memperoleh ilmu etika melalui etika, selain pengalaman dan innformasi moral yang diterima dari berbagai sumber. Dalam teori etika ada 4 macam yaitu:
(1)   Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani deon yang berarti kewajiban atau sesuai dengan prosedur dan logos yang berarti ilmu atau teori. Menurut teori ini beberapa prinsip moral itu bersifat mengikat betapapun akibatnya. Etika ini menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdsarkan akibat atau tujuan baik dari tidakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri. Atau  dengan kata lain tindakan itu bernilai moral karna tindakan itu dilaksanakan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Teori ini menekankan kewajiban sebagai tolak ukur penilaian baik atau buruknya perbuatan manusia, dengan mengabaikan dorongan lain seperti rasa cinta atau belas kasihan. Terdapat tiga kemungkinan seseorang memenuhi kewajibannya yaitu: karna nama baik, karna dorongan tulus dari hati nurani serta memenuhi kewajibannya. Deontologist menetapkan aturan, prinsip dan hak berdasarkan pada agama, tradisi, arau adat istiadat yang berlaku. Yang menjadi tantangan dalam penerapan deontological disini adalah menentukan mana tugas, kewajiaban, hak, prinsip yang didahulukan. Sehingga banyak fiosof yang menyarankan bahwa tidak semua prinsip deontological harus ditetapkan secara absolut. Teori ini memang berpijak pada norma-norma moral kongkrit yang harus ditaati, namun belum tentu mengikat untuk kondisi yang bersifat khusus. Contohnya seseorang boleh saja merampok kalau hasil rampokannya dipakai untuk memberi makan orag yang terkena musibah.


(2)   Etika Teleogi
Istilah teleology berasal dari kata Yunai telos yang berarti tujuan, sasaran, atau hasil dan logos yang berarti ilmu atau teori. Etika ini mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dalam tindakan itu, atau berdasarkan konsekuensi yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau konsekunsi yang ditimbulkannya baik dan berguna. Bila kita akan memutuskan apa yang benar, kita tidak hanya melihat konsekuensi keputusan tersebut dari sudut pandamg kepentingan kita sendiri. Tantangan yang sering dihadapi dalam penggunaan teori ini adalah bila kita bisa kesulitan dalam mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkan mengevalusi semua kemungkinan konsekunsi dari keputusan yang diambil.
(3)   Etika Hak
Etika hak memberi bekal kepada pebisnis untuk mengevaluasi apakah tindakan, perbuatan dan kebijakan bisnisnya telah tergolng baik atau buruk dengan menggunakan kaidah hak sesorang, hak seseorang sebagai manusia tidak dapat dikorbankan oleh orang lain atas statusnya.
Hak manusia adalah hak yang dianggap melekat pada setiap manusia, sebab berkaitan dengan realitas hidup manusia sendiri. Etika  hak kadang kala dinamakan “hak manusia” sebab manusia berdasarkan etika harus dinilai menurut martabatnya. Etika mempunyai sifat dasar dan asasi (human reights), sehingga etika hak tersebut merupakan hak yang: (1) tidak dapat dicabut atau direbut karna sudah ada sejak manusia itu ada (2) tidak tergantung kepada persetujuan orang (3) merupakan bagian dari eksistensi manusia di dunia.
(4)   Etika Keutamaan
Etika keutamaan tidak mempersoalkan akibat suatu tindakan, tidak berdasarkan penilaian moral pada kewajiban terhadap hukum moral universal seprti kedua teori sebelumnya. Etika ini lebih mengutaman pembangunan karakter moral pada diri setiap orang. Nilai moral buakn muncul dalam bentuk adanya aturan berupa larangan atau perintah, namun dalam bentuk teladan moral yang nyata dipraktikkan oleh tokoh tertentu dalam masyarakat. Didalam etika karakter lebih banyak dibentuk oleh komunitasnya. Pendekatan ini terutama berguna dalam menentukan etika individau yang bekerja dalam seuah komunitas professional yang telah mengembangkan norma dan standar yang cukup baik. Keuntungan teori ini bahwa pengambil keputusan dapat dengan mudah mencocokkan dengan standar etika komunitas tertentu untuk menentukan sesuatu itu benar atau salah tanpa ia harus menentukan kriteria terlebih dahulu (dengan asumsi telah ada kode perilaku).
2.      Pengertian Bisnis
Bisnis adalah kegiatan manusia dalam mengorganisasikan sumberdaya untuk menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. Bisnis adalah membuktikan apa yang dijanjikan (promise) dengan yang diberikan (deliver). Bisnis adalah kegiatan diantara manusia untuk mendatangkan keuntungan. Dalam bisnis terdapat persaingan dengan aturan yang berbeda dengan norma-norma yang berbeda dalam masyarakat. Dalam kamus besar Bahasa Indonesi bisnis diartikan sebagai:
a.         Kegiatan dengan mengarahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud
b.        Kegiatan dalam bidang perdagangan atau perbisnisan
Bisnis dapat pula diartikan berdasarkan konteks organisasi perusahaan, yaitu: usaha yang dilalukan organisasi atau perusahaan dengan menyediakan produk barang atau jasa dengan tujuan memperoleh nilai yang lebih (value added). Karna organisasi (perusahaan) yang menyediakan produk barang atau jasa tertentu dengan tujuan memperoleh untung atau laba, tentu saja prospek mendapatkan laba, selalu memperhitungkan perbedaan penerimaan bisnis dengan biaya yang dikeluarkan. Maka laba disini merupakan pemicu (driver)bagi pebisnis untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Bagaimanapun juga pebisnis mendapatkan laba dari resiko yang telah diambil ketika menginvestaiskan sumberdaya (modal, keahlian, dan waktu) mereka.
Dalam system kapitalis bisnis dijalankan untuk mendapatkan lababagi pemilik dan juga bebas untuk mendapatkannya. Namun konsumen juga memiliki kebebasan untuk memilih. Dalam memilih cara mengejar laba bisnis harus memperhitungkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen.
3.      Pengertian Etika dalam Bisnis
Istilah etika bisnis, jauh lebih muda dari pada istilah etika itu sendiri. Etika bisnis sudah mulai muncul sejak  tahun 1960an. Pada saat itu ditandai dengan perubahan-perubahan sudut pandang dalam perilaku komunitas di Amerika Serikatdan uga menghadapi dunia bisnis. Setelah perang dunia kedua berakhi, perang dingin dengan Uni Soviet masih tetap berlanjut, Amerika saat itu melibatkan diri dalam perang Vietnam, yang mendorong para oposisi untuk mengeluarkan isu-isu kebijakan public dan pergerakan-pergerakanhak-hak rakyat sipil mencuat di tengah-tengah masyarakat.
Ekonomi Amerika kala itu bertumbuh cepat dan mendominasi pertumbuhan ekonomi dunia, Amerika merajai bisnis ekonomi dunia, perusahaan-perusahaannya beroperasi dibanyak Negara-negara dunia. Pelaku-pelaku bisnis yang memiliki harta cukup banyak memasuki panggung politik dan berhasil dan sebagian pengusaha lainnya menjadi penguasa pemerintah kala itu. Bisnis-bisnis besar telah menggeser posisi bisnis-bisnis kecil dan menengah. Disektor industri tercatat perkembangan yang cukup tajam dengan menghasilkan banyak inovasi baru yang spektakuler. Tidak semua inovasi dan teknologi yang ditemukan berdampak positif bagi kehidupan manusia dan sebagian menjadi penyebab kerusakan lingkungan yang parah. Sustainability nyaris terabaikan dalam pemikiran pebisnis saat itu, hingga mereka menuai protes dari benyak kalangan pecinta alam baik dari dalam negri maupun dari luar negri termasuk Indonesia. Kritikan-kritikan dari politisi pun bermunculan, demikian juga gerakan-gerakan swadaya masyarakat yang mengusung kepentingan public. Desakan-desakan tersebut akhirnya mendorong peruaahaan-perusahaan untuk merumuskan berbagai progam tanggung jawab social perusahaan (corporate social responsibility).
Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Sebagai cabang dari filsafat etika, maka tidak lain etika bisnis merupakan penerapan prinsip-prinsip etika dengan kedekatan filsafatdalam kegiatan progam bisnis. Karena semua teori tentang etika dapat dimanfaatkan untuk membahas tentang etika bisnis. Aspek yang dominan dari semua etika bisnis bermuara pada peilaku bermoral dalam kegiatan bisnis.
Etika dalam arti sebenarnya dianggap sebagai acuan yang menyatakan apakah tindakan, aktifitasm atau perilaku individu bisa dianggap baik atau tidak.
Mengacu kepada batasan etika bisnis dari berbagai pandangan ahli yang telah dikemukakan, maka peran etika bisnis adalah membahas dan menunjukkan alternative pemecahan masalah bisnis yang berlandaskan nilai-nilai moralitas dalam suatu kegiatan bisnis. Landasan dalam hal ini adalah prinsip-prinsip, nilai dan norma moral yang terwujud dalam sikap dan perangai (akhlak) para pelaku bisnis dalam menyelenggarakan usaha bisnisnya dengan menjunjung tinggi pertisipan bisnisnya.
Etika bisnis merupakan salah satu bagian dari prinsip etika yang diterapkan dalam dunia bisnis (Lozano, 1996). Istilah etika bisnis mengandung pengertian bahwa etikka bisnis merupakan sebuah rentang aplikasi etika yang khusus mempelajari tindakan yang diambil oleh bisnis dan pelaku bisnis.
Beberapa pebisnis berpendapat bahwa terdapat hubungan simbolis antara etika dan bisnis dimana masalah etik sering dibicarakan pada bisnis yang berorientasi pada keuntungan. Dalam hal ini terdapat versi yang lemah dan versi yang kuat. Versi yang lemah mengatakan bahwa etika yang baik dihasilkan oleh bisnis yang baik. Sedangkan versi yang kuat menyatakan bahwa dalam pasar yang kompetitif dan bebas, motif keuntungan akan terkait dengan lingkungan yang sesuai dengan isu moral tersebut. Itulah sebabnya jika pelanggan menginginkan produk yang aman, atau para pekerja menginginkan privasi, maka mereka akan memperolahnya dari bisnis yang memenuhi kebutuhan tersebut. Dan bisnis yang tidak memenuhi kebutuhan tersebut maka bisnis itu tidak akan bertahan. Sejak adanya pandangan bahwa dorongan untuk emperoleh keuntungan akan menciptakan moralitas, versi yang kuat mengemukakan bahwa bisnis yang baik dihasilkan oleh etika yang baik.

TEORI ETIKA BISNIS

PENDAHULUHAN

A.      Latar Belakang Masalah

            Etika berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Tujuan etika dalam pandangan filsafat ialah mendapatkan ide yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. Akan tetapi dalam usaha mencapai tujuan itu, etika mengalami kesulitan, karena pandangan masing-masing golongan dunia ini tentang baik dan buruk mempunyai ukuran (kriteria) yang berlainan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.
Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai : a. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia b. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
2. Pengertian Etika
a. Etika Deontologi
b. Etika Teleologi
  1. Egaoisme Etis, egoisme etis ini atau etika egoisme ini adalah bahwa tindakan dari setiap orang adalah mengerjar kepentingan pribadi dalam memajukan dirinya sendiri.
  1. Utilitarianisme, berasal dari bahasa latin utilis memiliki arti “bermanfaat”. Menurut teori etika ini utlitariasme ini adalah suatu perbuatan baik jika perbuatan itu membawa manfaat itu harus menyangkut lebih dari satu orang melainkan kelompok, masyarakat sebagai keseluruhan.
c. Teori Hak
d. Teori Keutamaan (Virtue)


            Etika dapat diartikan kebiasaan dan juga susila. Dari arti tersebut, maka, kita dapat mengartika etika tersebut sebagai penilaian terhadap tingkah laku maupun tutur kata seseorang. Jika seseorang mempunyai tutur kata dan tingkah laku yang baik, maka bisa dikatakan etika seseorang tesebut baik, sebaliknya, jika tingkah laku dan tutur kata seseorang kurang bagus, maka, bisa dikatakan etika dari seorang tersebut juga tidak baik. Dalam berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam sehari-hari, kita selalu menggunakan etika, baik etika terhadap orang tua, etika dalam belajar-mengajar dalam lingkungan pendidikan, maupun etika dalam bisnis. Etika yang diperlihatkan seseorang dalam berbagai kegiatan, mencerminkan pribadi dari diri seorang tersebut. Etika yang baik akan membuahkan penghormatan bagi pihak lain kepada diri kita sendiri, sehingga, jika kita beretika yang baik, kita akan mendapat perlakuan yang baik juga dari orang lain, baik yang mengenal kita, maupun yang tidak kenal.       
            Etika bisnis merupakan salah satu hal terpenting di setiap bisnis, karena dari etikalah sebuah perusahaan akan terlihat seberapa bagus dari sudut kinerjanya yang baik. Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang melakukan tindak pidana, khususnya yang berbau KKN, karena dari setiap individu orang tersebut yang tidak mempunyai sebuah etika. Etika dapat memberikan manusia peganggan atau dasar dalam menjalani kehidupan didunia. Yang berarti semua tindakan manusia selalu memiliki dasar dan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu perlu kita ketahui etika atau moral yang baik dalam membangun sebuah etika yang khususnya dalam bisnis.

1.  Pengertian teori
Teori memiliki pengertian sebagai serangkaian bagian atau variabel, definisi juga bisa diartikan sebagai dalil yang saling berhubungan. Dari hasil tersebut menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena. Dengan menentukan hubungan antara variabel, dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena alamiah.
Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda tergantung pada bidang-bidangnya, yang contohnya jika pada bidang pengetahuan yang berbeda pula itu juga tergantung pada metodologi dan konteks diskusi setiap bidang.
Secara umum, teori merupakan analisis sebuah hubungan antara fakta yang satu dan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta. Selain itu berbeda dengan teorema, pernyataan teori ini pada umumnya hanya diterima secara “sementara” dan bukan merupakan sebuah keputusan akhir yang konklusif.
Setelah kita mengetahui pengertian dari teori maka selanjutnya adalah pengertian dari etika, sebagai berikut.


Etika dalam teori etika bisnis ini memiliki bagian yang sangatlah penting. Etika sendiri memiliki arti yaitu sebagai suatu norma atau aturan-aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku didalam suatu kelompok dan masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.
Ada juga yang menyebutkan bahwa pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia didalam suatu pergaulan dengan sesama yang menyangkut berbagai prinsip-prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar.
“Dengan kata lain, etika adalah sebuah keajaiban dan tanggungjawab moral untuk setiap orang dalam berperilaku.“
Secara etimologis, kata etika sendiri berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu “Ethikos” yang artinya adalah sebuah prinsip dan aturan yang timbul dari suatu kebiasaan. Secara etimologis etika memiliki sudut pandang sebagai normatif yang dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya.
Berikut ada dua macam teori etika, diantaranya sebagai berikut:
Istilah “dentologi” berasal dari kata yunani deon, yang berarti kewajiban. karena itu etika deontologi ini menekankan kewajiban bagi manusia untuk bertindak dan berperilaku secara baik.
Misalnya dalam suatu kegiatan bisnis itu akan dinilai baik oleh etika deontologi bukan karena tindakan itu dapat mendatangkan akibat baik bagi pelakunya, melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban si pelaku bisnis.
Etika teleologi ini berasal dari bahasa yunani yaitu “telos” yang artinya tujuan. Dengan pengertian etika teleologi yaitu sebagai tolak ukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan suaru tindakan, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh akibat tindakan itu sendiri.
Atas dasar ini, dapat disimpulkan bahwa etika teleologi ini lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan ini bisa sangat tergantung pada situsi khusus tertentu. Dua aliran etika teleogi diantaranya:

Dalam pemikiran teori etika atau moral dewasa ini teori hak memiliki arti sebagai pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik dan buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori keutamaan ini adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak hanya untuk ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu yang adil, jujur, murah hati dan sebagainya. Melainkan juga keutamaan ini dapat didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang itu untuk bertingkah laku baik secara moral.

ETIKA DAN MORAL
1. Konsep Dasar Moral  
Moral   :  Merupakan aturan kesusilaan yang menyangkut budi pekerti manusia yang
beradab (berupa ajaran baik dan buruk,  perbuatan, dan kelakuan atau akhlaq).
Moral dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.  Moral Murni  :     Moral yang terdapat pada setiap manusia sebagai suatu perwujudan/manifestasi dari pancaran ilahi.
                                 Moral murni disebut juga Hati Nurani.
2.  Moral Terapan :   Moral yang didapat dari berbagai ajaran filosofi, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia.
Contoh moral     : Aturan & hukum agama, hukum adat, wejangan tradisi leluhur, nasehat orang tua, ajaran ideologi dan lain-lain.
Sumber moral        : Tradisi, adat, agama, ideologi negara, dan lain-lain.

Pluralisme Moral
           Pluralisme  Moral terjadi karena :
1.      Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan.
2.      Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional.
3.      Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan yang masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.

        Perbedaan dan Hubungan  Moral dengan Etika ; yaitu :
1.      Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik yang memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia, dimana ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup dan merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia.
Sedangkan Etika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang merefleksikan ajaran moral yang sesuai dengan pemikiran filsafat mengenai kewajiban dan tingkah laku manusia baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu sendiri, bidang inilah yang selanjutnya disebut bidang moral.
2.      Objek Etika adalah pernyataan-pernyataan moral, oleh karena itu Etika dapat juga dikatakan sebagai filsafat tentang bidang moral dimana Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia melainkan bagaimana manusia itu harus bertindak.
Moral merupakan landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga dan yang terpenting moral berada pada batin dan atau pikiran setiap insan sebagai fungsi kontrol untuk penyeimbang bagi pikiran negatif yang akan direalisasikan.
Moral sebenarnya tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya, setempat yang diyakini kebenarannya. Moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Hal tersebut akan lebih mudah kita pahami manakala mendengar orang mengatakan perbuatannya tidak bermoral. Perkataan tersebut mengandung makna bahwa perbuatan tersebut dipandang buruk atau salah karena melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat.

ETIKA DAN AGAMA
Pengertian Agama : Sistem atau prinsip kepercayaan kepada adanya kekuasaan mengatur yang bersifat luar biasa yang berisi norma-norma atau peraturan yang menata bagaimana cara manusia berhubungan dengan Tuhan dan bagaimana manusia hidup yang berkelanjutan sampai sesudah manusia itu mati.
Persamaan dan Perbedaan Etika dan Agama 
  1.   Persamaan Etika dan Agama ; dapat dibagi berdasarkan, yaitu : 
  a.    Berdasarkan pada sasarannya
     Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakkan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan yang tidak baik. 
  b.    Berdasarkan pada sifatnya
     Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.
2.   Perbedaan antara Etika dan Agama 
  a.    Dari segi prinsip
Agama merupakan suatu kepercayaan pengabdian/penghambaan yang berdasarkan syarat dan cara yang diatur oleh agama itu sendiri kepada Tuhan-nya, sedangkan Etika bukanlah suatu kepercayaan yang mengandung pengabdian.
  b.    Dari sumbernya,
Agama (Islam) itu bersumber dari satu sumber Tuhan, sedangkan Etika bersumber dari bermacam-macam jenis sumbernya, antara lain sumbernya berasal dari pemikiran manusia (argumentasi rasional) yang sesuai dengan aliran masing-masing.
  c.    Pada bidang yang diajarkan,
Agama mengajarkan manusia pada beberapa alam (dunia, kubur, akhirat), sedangkan Etika hanya mempersoalkan kehidupan moral manusia dialam dunia/fana ini saja.
  d.   Ajaran Agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya, sedangkan Etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.
            Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan antara etika dan agama ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.      Etika tidak dapat menggantikan agama dan tidak bertentangan dengan agama.
2.      Etika diperlukan oleh agama.
3.      Agama tidak hanya memberi petunjuk moral, tetapi  juga mengajarkan prinsip-prinsip etis.
4.      Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk Agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi Agama itu memerlukan keterampilan Etika agar dapat memberikan orientasi itu.

     Alasan Mengapa Etika diperlukan Agama ;
1.      Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.      Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu agama mengijinkan interpretasi yang berbeda dan bahkan saling bertentangan.
3.      Bagaimana agama harus bersikap terhadap masalah moral yang tidak disinggung dalam wahyuNya, misalnya soal aborsi, bayi tabung dan lain-lain.
4.      Etika memungkinkan dialog antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
5.      Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia
jj
2.      Klasifikasi Etika
a. Etika Deskriptif
       Etika normatif merupakan cabang etika yang penyelidikannya terkait dengan pertimbangan-pertimbangan tentang bagaimana seharusnya seseorang bertindak secara etis. Dengan kata lain, etika normatif adalah sebuah studi tindakan atau keputusan etis. Di samping itu, etika normatif berhubungan dengan pertimbangan-pertimbangan tentang apa saja kriteria-kriteria yang harus dijalankan agar sautu tindakan atau kepusan itu menjadi baik (Kagan, 1997, 2).
b. Etika Normatif
     Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi acuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
      c. Etika Deskriptif
       Etika deskriptif merupakan sebuah studi tentang apa yang dianggap ‘etis’ oleh individu atau masyarakat. Dengan begitu, etika deskriptif bukan sebuah etika yang mempunyai hubungan langsung dengan filsafat tetapi merupakan sebuah bentuk studi empiris terkait dengan perilaku-perilaku individual atau kelompok. Tidak heran jika etika deskriptif juga dikenal sebagai sebuah etika komparatif yang membandingkan antara apa yang dianggap etis oleh satu individu atau masyarakat dengan individu atau masyarakat yang lain serta perbandingan antara etika di masa lalu dengan masa sekarang. Tujuan dari etika deskriptif adalah untuk menggambarkan tentang apa yang dianggap oleh seseorang atau masyarakat sebagai bernilai etis  serta apa kriteria etis yang digunakan untuk menyebut seseorang itu etis atau tidak (Kitchener, 2000, 3).
d. Metaetika
      Metaetika berhubungan dengan sifat penilaian moral. Fokus dari metaetika adala arti atau makna dari pernyataan-pernyataan yang ada di dalam etika. Dengan kata lain, metaetika merupakan kajian tingkat kedua dari etika.

   sumber :


Etika dalam beriklan dalam etika bisnis

Etika dalam beriklan Etika dalam periklanan mengandung arti bahwa pengiklan harus melakukan hanya iklan yang baik yaitu iklan yang jujur...