Senin, 23 Maret 2020

TEORI ETIKA BISNIS

PENDAHULUHAN

A.      Latar Belakang Masalah

            Etika berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Tujuan etika dalam pandangan filsafat ialah mendapatkan ide yang sama bagi seluruh manusia disetiap waktu dan tempat tentang ukuran tingkah laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia. Akan tetapi dalam usaha mencapai tujuan itu, etika mengalami kesulitan, karena pandangan masing-masing golongan dunia ini tentang baik dan buruk mempunyai ukuran (kriteria) yang berlainan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.
Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai : a. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia b. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
2. Pengertian Etika
a. Etika Deontologi
b. Etika Teleologi
  1. Egaoisme Etis, egoisme etis ini atau etika egoisme ini adalah bahwa tindakan dari setiap orang adalah mengerjar kepentingan pribadi dalam memajukan dirinya sendiri.
  1. Utilitarianisme, berasal dari bahasa latin utilis memiliki arti “bermanfaat”. Menurut teori etika ini utlitariasme ini adalah suatu perbuatan baik jika perbuatan itu membawa manfaat itu harus menyangkut lebih dari satu orang melainkan kelompok, masyarakat sebagai keseluruhan.
c. Teori Hak
d. Teori Keutamaan (Virtue)


            Etika dapat diartikan kebiasaan dan juga susila. Dari arti tersebut, maka, kita dapat mengartika etika tersebut sebagai penilaian terhadap tingkah laku maupun tutur kata seseorang. Jika seseorang mempunyai tutur kata dan tingkah laku yang baik, maka bisa dikatakan etika seseorang tesebut baik, sebaliknya, jika tingkah laku dan tutur kata seseorang kurang bagus, maka, bisa dikatakan etika dari seorang tersebut juga tidak baik. Dalam berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam sehari-hari, kita selalu menggunakan etika, baik etika terhadap orang tua, etika dalam belajar-mengajar dalam lingkungan pendidikan, maupun etika dalam bisnis. Etika yang diperlihatkan seseorang dalam berbagai kegiatan, mencerminkan pribadi dari diri seorang tersebut. Etika yang baik akan membuahkan penghormatan bagi pihak lain kepada diri kita sendiri, sehingga, jika kita beretika yang baik, kita akan mendapat perlakuan yang baik juga dari orang lain, baik yang mengenal kita, maupun yang tidak kenal.       
            Etika bisnis merupakan salah satu hal terpenting di setiap bisnis, karena dari etikalah sebuah perusahaan akan terlihat seberapa bagus dari sudut kinerjanya yang baik. Sekarang ini banyak sekali perusahaan yang melakukan tindak pidana, khususnya yang berbau KKN, karena dari setiap individu orang tersebut yang tidak mempunyai sebuah etika. Etika dapat memberikan manusia peganggan atau dasar dalam menjalani kehidupan didunia. Yang berarti semua tindakan manusia selalu memiliki dasar dan tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu perlu kita ketahui etika atau moral yang baik dalam membangun sebuah etika yang khususnya dalam bisnis.

1.  Pengertian teori
Teori memiliki pengertian sebagai serangkaian bagian atau variabel, definisi juga bisa diartikan sebagai dalil yang saling berhubungan. Dari hasil tersebut menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena. Dengan menentukan hubungan antara variabel, dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena alamiah.
Kata teori memiliki arti yang berbeda-beda tergantung pada bidang-bidangnya, yang contohnya jika pada bidang pengetahuan yang berbeda pula itu juga tergantung pada metodologi dan konteks diskusi setiap bidang.
Secara umum, teori merupakan analisis sebuah hubungan antara fakta yang satu dan fakta yang lain pada sekumpulan fakta-fakta. Selain itu berbeda dengan teorema, pernyataan teori ini pada umumnya hanya diterima secara “sementara” dan bukan merupakan sebuah keputusan akhir yang konklusif.
Setelah kita mengetahui pengertian dari teori maka selanjutnya adalah pengertian dari etika, sebagai berikut.


Etika dalam teori etika bisnis ini memiliki bagian yang sangatlah penting. Etika sendiri memiliki arti yaitu sebagai suatu norma atau aturan-aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku didalam suatu kelompok dan masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk.
Ada juga yang menyebutkan bahwa pengertian etika adalah suatu ilmu tentang kesusilaan dan perilaku manusia didalam suatu pergaulan dengan sesama yang menyangkut berbagai prinsip-prinsip dan aturan tentang tingkah laku yang benar.
“Dengan kata lain, etika adalah sebuah keajaiban dan tanggungjawab moral untuk setiap orang dalam berperilaku.“
Secara etimologis, kata etika sendiri berasal dari bahasa yunani kuno, yaitu “Ethikos” yang artinya adalah sebuah prinsip dan aturan yang timbul dari suatu kebiasaan. Secara etimologis etika memiliki sudut pandang sebagai normatif yang dimana objeknya adalah manusia dan perbuatannya.
Berikut ada dua macam teori etika, diantaranya sebagai berikut:
Istilah “dentologi” berasal dari kata yunani deon, yang berarti kewajiban. karena itu etika deontologi ini menekankan kewajiban bagi manusia untuk bertindak dan berperilaku secara baik.
Misalnya dalam suatu kegiatan bisnis itu akan dinilai baik oleh etika deontologi bukan karena tindakan itu dapat mendatangkan akibat baik bagi pelakunya, melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban si pelaku bisnis.
Etika teleologi ini berasal dari bahasa yunani yaitu “telos” yang artinya tujuan. Dengan pengertian etika teleologi yaitu sebagai tolak ukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan suaru tindakan, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh akibat tindakan itu sendiri.
Atas dasar ini, dapat disimpulkan bahwa etika teleologi ini lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan ini bisa sangat tergantung pada situsi khusus tertentu. Dua aliran etika teleogi diantaranya:

Dalam pemikiran teori etika atau moral dewasa ini teori hak memiliki arti sebagai pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik dan buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
Teori keutamaan ini adalah teori yang memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak hanya untuk ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu yang adil, jujur, murah hati dan sebagainya. Melainkan juga keutamaan ini dapat didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang itu untuk bertingkah laku baik secara moral.

ETIKA DAN MORAL
1. Konsep Dasar Moral  
Moral   :  Merupakan aturan kesusilaan yang menyangkut budi pekerti manusia yang
beradab (berupa ajaran baik dan buruk,  perbuatan, dan kelakuan atau akhlaq).
Moral dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1.  Moral Murni  :     Moral yang terdapat pada setiap manusia sebagai suatu perwujudan/manifestasi dari pancaran ilahi.
                                 Moral murni disebut juga Hati Nurani.
2.  Moral Terapan :   Moral yang didapat dari berbagai ajaran filosofi, agama, adat yang menguasai pemutaran manusia.
Contoh moral     : Aturan & hukum agama, hukum adat, wejangan tradisi leluhur, nasehat orang tua, ajaran ideologi dan lain-lain.
Sumber moral        : Tradisi, adat, agama, ideologi negara, dan lain-lain.

Pluralisme Moral
           Pluralisme  Moral terjadi karena :
1.      Pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan.
2.      Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional.
3.      Berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan yang masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.

        Perbedaan dan Hubungan  Moral dengan Etika ; yaitu :
1.      Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik yang memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat pada sekelompok manusia, dimana ajaran moral mengajarkan bagaimana orang harus hidup dan merupakan rumusan sistematik terhadap anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban manusia.
Sedangkan Etika merupakan bagian dari ilmu filsafat yang merefleksikan ajaran moral yang sesuai dengan pemikiran filsafat mengenai kewajiban dan tingkah laku manusia baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu sendiri, bidang inilah yang selanjutnya disebut bidang moral.
2.      Objek Etika adalah pernyataan-pernyataan moral, oleh karena itu Etika dapat juga dikatakan sebagai filsafat tentang bidang moral dimana Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia melainkan bagaimana manusia itu harus bertindak.
Moral merupakan landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga dan yang terpenting moral berada pada batin dan atau pikiran setiap insan sebagai fungsi kontrol untuk penyeimbang bagi pikiran negatif yang akan direalisasikan.
Moral sebenarnya tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya, setempat yang diyakini kebenarannya. Moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. Hal tersebut akan lebih mudah kita pahami manakala mendengar orang mengatakan perbuatannya tidak bermoral. Perkataan tersebut mengandung makna bahwa perbuatan tersebut dipandang buruk atau salah karena melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat.

ETIKA DAN AGAMA
Pengertian Agama : Sistem atau prinsip kepercayaan kepada adanya kekuasaan mengatur yang bersifat luar biasa yang berisi norma-norma atau peraturan yang menata bagaimana cara manusia berhubungan dengan Tuhan dan bagaimana manusia hidup yang berkelanjutan sampai sesudah manusia itu mati.
Persamaan dan Perbedaan Etika dan Agama 
  1.   Persamaan Etika dan Agama ; dapat dibagi berdasarkan, yaitu : 
  a.    Berdasarkan pada sasarannya
     Etika dan Agama sama-sama bertujuan meletakkan dasar ajaran moral, agar manusia dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan yang tidak baik. 
  b.    Berdasarkan pada sifatnya
     Etika dan Agama sama-sama bersifat memberi peringatan dan sama-sama bersifat tidak memaksa.
2.   Perbedaan antara Etika dan Agama 
  a.    Dari segi prinsip
Agama merupakan suatu kepercayaan pengabdian/penghambaan yang berdasarkan syarat dan cara yang diatur oleh agama itu sendiri kepada Tuhan-nya, sedangkan Etika bukanlah suatu kepercayaan yang mengandung pengabdian.
  b.    Dari sumbernya,
Agama (Islam) itu bersumber dari satu sumber Tuhan, sedangkan Etika bersumber dari bermacam-macam jenis sumbernya, antara lain sumbernya berasal dari pemikiran manusia (argumentasi rasional) yang sesuai dengan aliran masing-masing.
  c.    Pada bidang yang diajarkan,
Agama mengajarkan manusia pada beberapa alam (dunia, kubur, akhirat), sedangkan Etika hanya mempersoalkan kehidupan moral manusia dialam dunia/fana ini saja.
  d.   Ajaran Agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya, sedangkan Etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.
            Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan antara etika dan agama ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.      Etika tidak dapat menggantikan agama dan tidak bertentangan dengan agama.
2.      Etika diperlukan oleh agama.
3.      Agama tidak hanya memberi petunjuk moral, tetapi  juga mengajarkan prinsip-prinsip etis.
4.      Agama merupakan hal yang tepat untuk memberikan orientasi moral, dimana pemeluk Agama menemukan orientasi dasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi Agama itu memerlukan keterampilan Etika agar dapat memberikan orientasi itu.

     Alasan Mengapa Etika diperlukan Agama ;
1.      Orang beragama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional.
2.      Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu agama mengijinkan interpretasi yang berbeda dan bahkan saling bertentangan.
3.      Bagaimana agama harus bersikap terhadap masalah moral yang tidak disinggung dalam wahyuNya, misalnya soal aborsi, bayi tabung dan lain-lain.
4.      Etika memungkinkan dialog antar agama, dimana etika dapat menjadi dasar bagi kerjasama antar agama.
5.      Etika memungkinkan dialog antar agama dengan pandangan-pandangan dunia
jj
2.      Klasifikasi Etika
a. Etika Deskriptif
       Etika normatif merupakan cabang etika yang penyelidikannya terkait dengan pertimbangan-pertimbangan tentang bagaimana seharusnya seseorang bertindak secara etis. Dengan kata lain, etika normatif adalah sebuah studi tindakan atau keputusan etis. Di samping itu, etika normatif berhubungan dengan pertimbangan-pertimbangan tentang apa saja kriteria-kriteria yang harus dijalankan agar sautu tindakan atau kepusan itu menjadi baik (Kagan, 1997, 2).
b. Etika Normatif
     Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau masyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan yang menjadi acuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan kehidupannya.
      c. Etika Deskriptif
       Etika deskriptif merupakan sebuah studi tentang apa yang dianggap ‘etis’ oleh individu atau masyarakat. Dengan begitu, etika deskriptif bukan sebuah etika yang mempunyai hubungan langsung dengan filsafat tetapi merupakan sebuah bentuk studi empiris terkait dengan perilaku-perilaku individual atau kelompok. Tidak heran jika etika deskriptif juga dikenal sebagai sebuah etika komparatif yang membandingkan antara apa yang dianggap etis oleh satu individu atau masyarakat dengan individu atau masyarakat yang lain serta perbandingan antara etika di masa lalu dengan masa sekarang. Tujuan dari etika deskriptif adalah untuk menggambarkan tentang apa yang dianggap oleh seseorang atau masyarakat sebagai bernilai etis  serta apa kriteria etis yang digunakan untuk menyebut seseorang itu etis atau tidak (Kitchener, 2000, 3).
d. Metaetika
      Metaetika berhubungan dengan sifat penilaian moral. Fokus dari metaetika adala arti atau makna dari pernyataan-pernyataan yang ada di dalam etika. Dengan kata lain, metaetika merupakan kajian tingkat kedua dari etika.

   sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Etika dalam beriklan dalam etika bisnis

Etika dalam beriklan Etika dalam periklanan mengandung arti bahwa pengiklan harus melakukan hanya iklan yang baik yaitu iklan yang jujur...