Sabtu, 06 Januari 2018

ASET TETAP, ASET SUMBER DAYA ALAM, DAN ASET TAK BERWUJUD



ASET TETAP, ASET SUMBER DAYA ALAM, DAN ASET TAK BERWUJUD

            Aset tetap adalah sumberdaya yang memiliki 3 karakteristik : memiliki bentuk fisik (bentuk dan ukuran yang jelas), digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual  Kekonsumen.

Karakteristik Aset Tetap:
a.       Digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, artinya asset tetap dimiliki untuk digunakan dalam operasi perusahaan bukan untuk dijual kembali barang dagang atau investasi.
b.      Masa manfaatnya lebih dari 1 tahun atau 1 siklus operasi normal perusahaan dan nilai manfaatmya dapat diukur
c.       Mempunyai nilai yang cukup material, artinya nilai atau harga asset tersebut cukup tinggi, misalnya tanah, bangunan, mesin-mesin, inventaris, peralatan,dan kendaraan
d.      Memiliki wujud fisik, artinya dapat dilihat atau diraba

Sifat asset :  1. asset tetap berwujud
2. asset tetap tidak berwujud.
 Asset tetap berwujud sering disebut asset tetap adalah asset tetap yang mempunyai bentuk fisik. Terdapat 3 jenis asset tetap berwujud, yaitu :
a.                   Asset yang merupakan sumber penyusutan seperti gedung, peralatan, inventaris atau             peralatan, dan kendaraan
b.                  Asset yang merupakan sumber deplesi seperti tambang dan mineral atau sumber       sumber alam
c.                   Asset yang tidak mengalami penyusutan atau deplesi, seperti tanah untuk bangunan perusahaan
            Asset tetap tidak berwujud adalah asset yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi mempunyai nilai atau manfaat bagi perusahaan, seperti hak paten,goodwill, hak cipta, hak monopoli, merk dagang, biaya riset dan pengembangan, serta biaya pendirian perusahaa
prinsip biaya ini akan dilakukan pada beberapa kelompok utama dari asset tetap, sebagai berikut :
1. Tanah
 Harga perolehan tanah mencakup :
·         Harga pembelian tunai
·         Biaya pengalihan kepemilikan, spt biaya notaris
·         Komisi untuk agent real estat
·         Pajak bumi dan bangunan
·         Biaya lain terkait dengan tanah yang harus dibayar oleh pembeli.

2. Pengembangan Tanah
·         jalur kendaraan, tempat parkir, pemagaran, taman, dan saluran air bawah tanah.

3. Bangunan
            Merupakan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, seperti toko, kantor, pabrik, gudang, dan hangar pesawat.

4. Peralatan
                        Peralatan mencakup asset yang digunakan dalam kegiatan operasional seperti tempat penitipan ditoko, furniture kantor, mesin pabrik, truk untuk mengantar barang dan pesawat.

Depresiasi
Depresiasi merupakan proses alokasi biaya, bukan proses penilaian asset.

Tiga Faktor yang mempengaruhi perhitungan depresiasi:
1. Harga Perolehan:
            memengaruhi biaya dari asset yang dapat disusutkan. Asset tetap dicatat pada harga perolehan, terkait dengan prinsip biaya.

2. Masa Manfaat  :
             Masa manfaat dinyatakan dalam satuan waktu, unit aktivitas atau jumlah unit yang dihasilkan.

3. Nilai Sisa
            Nilai Sisa adalah estimasi nilai asset pada akhir masa manfaat. Nilai ini bisa berdasarkan pada nilai asset sebagai nilai rongsokan atau nilai pertukaran.

Metode Depresiasi
Depresiasi secara umum dapat menggunakan beberapa metode berikut :
1.        Garis lurus
2.        Unit Aktivitas
3.        Saldo menurun

Pengeluaran Modal dan Pengeluaran Pendapatan

Pengeluaran modal adalah pengeluaran-pengeluaran yang harus dicatat sebagai aset.

Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya mendatangkan manfaat untuk tahun di mana pengeluaran tersebut dilakukan.

asset tetap dengan masa manfaat tidak terbatas seharusnya tidak dilakukan amortisasi sampai ditetapkan bahwa masa manfaatnya terbatas
a.       Hak Paten
     Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah (instansi yang berwenang) kepada pemegangnya untuk menggunakan atau mengawasi dan mengkomersilkan hasil temuannya.
 b. Hak Cipta (COPYRIGHT)
  Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada pengarang, pencipta lagu, musik, untuk mempublikasikan , menerbitkan, mengawasi, dan mengkomersialkan hasil ciptaannya
c. Franchises
Adalah hak monopoli yang diberilan oleh instansi pemerintah untuk menggunakan fasilitas umum yang manfaatnya akan dinikmati oleh masyarakat.
d. Cap Dan Merk Dagang
Adalah suatu tanda yang dipakai untuk mengidentifikasikan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tertentu
E. GOODWILL : Goodwill merupakan contoh dari aktiva tetap tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi secara spesifik.

AKUNTANSI UNTUK PIUTANG



AKUNTANSI UNTUK PIUTANG
    Ø  Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai dengan 90 hari     (sembilan puluh hari).

    Ø  Piutang  dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain.
Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu:
1.       Piutang usaha/piutang terhadap langganan
Piutang usaha/piutang terhadap langganan dalam perkiraan piutang usaha dicatat sebagai tagihan yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang merupakan usaha perusahaan yang normal/kurang dari 1 tahun,
2. Piutang yang akan diterima
Piutang yang akan diterima merupakan kontrak prestasi yang sebenarnya sudah menjadi hak perusahaan, akan tetapi belum/tidak saatnya untuk diterima, piutang ini timbul pada suatu akhir periode dimana sebenarnya tagihan tersebut akan diterima pada periode yang akan datang.
Ø  hal-hal yang termasuk dalam piutang yang akan diterima adalah:
a.       Bunga yang masih harus diterima yang timbul dari aktiva yang dimiliki perusahaan, seperti wesel tagih dan bon.
b.      Piutang sewa yang masih harus diterima yang timbul dari hasil penyewaan, seperti gedung, mobil dan alat-alat besar lainnya.

Ø  Penggolongan piutang dan umur piutang dapat digolongkan ke dalam 4 jenis, yaitu:
a.       Piutang lancar adalah piutang yang diharapkan tertagihnya dalam 1 tahun atau siklus usaha normal
b.      Piutang tidak lancar adalah tagihan/piutang yang tidak dapat ditagih dalam jangka waktu 1 tahun
c.       Piutang yang dihapuskan adalah suatu tagihan yang tidak dapat ditagih lagi dikarenakan pelanggan mengalami kerugian/bangkrut (tidak tertagih)
d.      Piutang dicadangkan adalah tagihan yang disisihkan sebelumnya untuk menghindari piutang tidak tertagih
Ø  Jenis-jenis Piutang
1.      Piutang Usaha
Piutang usaha timbul dari penjualan secara kredit agar dapat menjual lebih banyak produk atau jasa kepada pelanggan
2. Wesel Tagih
Wesel tagih adalah jumlah yang terutang bagi pelanggan di saat perusahaan telah menerbitkan surat utang formal.
3. Piutang lain-lain
Piutang lain-lain biasanya disajikan secara terpisah dalam neraca. Jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun, maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancar
Ø  Wesel tagih yaitu janji tertulis yang tidak bersyarat dari suatu pihak ke pihak lain untuk sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan dating.
Ada 2 macam wesel tagih yaitu :
1. Wesel tagih tidak berbunga, yaitu wesel tagih yang tidak mencantumkan bunga, dengan demikian nilai nominal = nilai nominal pada jatuh temponya
2. Wesel tagih berbunga, yaitu yaitu wesel tagih yang mencantumkan bunga, dengan demikian pada hari jatuh temo wesel = harga nominal wesel + bunga mulai tangal penarikan s/d jatuh tempo
Ø  PENCATATAN PIUTANG TAK TERTAGIH
Piutang Dagang (Account Receivable) adalah Piutang yang timbul dari penjualan kredit barang/jasa yang merupakan hasil usaha dari perusahaan yang bersangkutan Adakalanya sejumlah piutang tidak dapat ditagih (tidak diperoleh pembayarannya)
Adapun metode untuk mencatat kerugian piutang tak tertagih adalah sebagai berikut :
1.      Metode Langsung (Direct Method), dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.       Kerugian dicatat pada periode penerimaan piutang, berdasarkan jumlah piutang yang dihapuskan,
b.      Setiap penghapusan piutang langsung dicatat pada akun

Rabu, 03 Januari 2018

PENGENDALIAN INTERNAL DAN KAS

PENGENDALIAN INTERNAL DAN KAS

A. PENGENDALIAN INTERN
Sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik akan dapat mendorong ditetapkannya kebijakan manajemen

Prinsip dari pengendalian internal adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan tanggung jawab Penugasan diberikan kepada satu orang saja. 
2.      Pemisahan tanggung jawab.
3. Dokumentasi yang lengkap Dokumen memberikan bukti yang kuat atas suatu transaksi 
4.       Pengendalian fisik dan elektronik 
5.       Verifikasi pengendalian internal Proses review
6.        Pengendalian lainnya

Keterbatasan pengendalian intern adalah sebagai berikut: 

1. Adanya kemungkinan timbulnya beban (cost) 
2. Adanya faktor sumber daya manusia 
3. Besarnya ukuran perusahaan.

B. KAS
Kas adalah alat pertukaran yang diakui oleh masyarakat umum dan itu merupakan dasar-landasan yang kuat untuk dipakai sebagai alat pengukur terhadap semua kegiatan ekonomi di dalam perusahaan.

Kas memiliki sifat-sifat atau karakteristik: 
1. Kas mempunyai sifat yang aktif tetapi tidak produktif 
2. Kas (uang tunai) tidak mempunyai identitas kepemilikan dan mempunyai sifat yang mudah dipindahtangankan. 

C. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KAS 

akuntansi terhadap kas harus diarahkan kepada dua hal yaitu: Administrative dan Accounting Control, yang secara umum terdiri dari: 
1. Menyediakan kas yang cukup untuk operasi perusahaan sehari-hari (likuiditas) 
2. Menghindarkan terjadinya kas yang menganggur (idle money) 
3. Mencegah terjadinya kerugian-kerugian sebagai akibat dari adanya penyalahgunaan terhadap kas.

D. PENGAWASAN KAS
1. Penerimaan kas
2. Pengeluaran kas

E. DANA KAS KECIL (PETTY CASH FUND) 

Dana kas kecil atau petty cash fund adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil 

Dalam hubungannya dengan kas kecil ada dua metode yang digunakan yaitu: 
1. Sistem Imprest 
2. Metode Fluktuasi

Minggu, 19 November 2017

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


1.      Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem informasi berbasis komputerisasi yang mengolah data keuangan dengan data transaksi dalam siklus akuntansi yaitu laoran keuangan kepada manjemen perusahaan.
Informasi Akuntansi sistem informasi akuntansi :
-          Informasi akuntansi keuangan: laporan keuangan kepada pihak ektern
-          Informasi akuntansi manajemen : informasi manajemen dalam pengambilan keputusan.

2.      Informasi yang di hasilkan sistem infomasi akuntansi
-          Aktiva                          : harta
-          Kewajiban/utang          : kewajiban membayar utang
-          Modal                          : hak pemilik atas harta perusahaan
-          Pendapatan                  :penambahan jumlah aktiva
-          Beban atau biaya         : pengorbanan memperoleh pedapatan.

3.      karakteristiknya sistem informasi akuntansi:
-          melaksanakan tugas yang diperlukan
-          menangani data rinci
-          menyediakan informasi pemecahan minimal.

4.      Tujuan sistem informasi akuntansi:
-          Mengolah dan menyimpan data transaksi keuangan
-          Memproses data keuangan

5.      Komponen sistem informasi akuntansi :
-          Manusia
-          Transaksi
-          Prosedur
-          Dokumen
-          Peralatan
6.      siklus pemprosesan data :
-          siklus pendapatan
-          siklus pengeluaran kas
-          siklus produksi
-          siklus laporan keuangan



SEMOGA BERMANFAAT, MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM PENULISAN

Etika dalam beriklan dalam etika bisnis

Etika dalam beriklan Etika dalam periklanan mengandung arti bahwa pengiklan harus melakukan hanya iklan yang baik yaitu iklan yang jujur...